Gaya hidup sehat harus dipahami sebagai kebiasaan keseharian, bukan sebagai diet singkat atau serangkaian pantangan. Demikian penjelasan dari Loreta Baumane, seorang spesialis gizi bersertifikat, yang menekankan pentingnya pilihan seimbang dalam rutinitas makan dan aktivitas.

Di Rumah Sakit Alūksne, Loreta baru saja melakukan penerimaan pasien pertamanya dan akan terus memberikan layanan konsultasi gizi bagi masyarakat. Bagi mereka yang belum sempat mendaftar, tidak perlu khawatir karena layanan konsultasi akan berjalan secara berkelanjutan; informasi pendaftaran dapat diikuti lewat kanal resmi rumah sakit.
Profil singkat Loreta Baumane
Loreta Baumane tercatat sebagai spesialis gizi bersertifikat yang kini memberikan pelayanan di Alūksne. Perjalanan kariernya menuju profesi ini berawal sejak masa sekolah menengah. Hingga kelas 9, ia sempat bercita-cita menjadi dokter keluarga, namun minatnya terhadap tubuh manusia dan keinginan membantu orang lain perlahan mengarahkan pilihannya ke bidang nutrisi.
Dalam proses menemukan ketertarikan itu, ada momen pembelokan yang menentukan: saat menyiapkan pidato tentang gaya hidup sehat untuk bagian lisan ujian bahasa Latvia di kelas 9. Sejak itu, Loreta semakin aktif mengikuti kegiatan olahraga, membaca literatur terkait gizi, dan mempelajari topik tersebut melalui sejumlah akun di media sosial yang membahas kesehatan dan pola makan.
Pesan utama: pola makan seimbang sehari-hari
Loreta menegaskan bahwa konsep “gaya hidup sehat” melampaui pembatasan makanan secara drastis. Bagi banyak orang, kesalahpahaman tentang gizi muncul karena informasi yang beraneka ragam dan terkadang saling bertentangan, sehingga sulit menentukan apa yang benar-benar sehat.
Menurutnya, pendekatan yang lebih realistis adalah membangun kebiasaan berkelanjutan: memilih makanan seimbang, mengatur porsi, dan memasukkan aktivitas fisik secara teratur. Hal ini dinilai lebih berdampak pada kesehatan jangka panjang dan kesejahteraan dibandingkan pola diet yang ketat namun hanya bersifat sementara.
Layanan konsultasi dan akses bagi masyarakat
Rumah Sakit Alūksne menjadi tempat dimana Loreta memulai praktik konsultasi gizi. Ia menerima pasien untuk mengevaluasi kebutuhan nutrisi, memberikan saran pola makan yang realistis, serta membantu menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi dan tujuan individu.
Bagi warga yang berminat mengikuti konsultasi, Loreta mengimbau agar tetap memperhatikan informasi resmi dari rumah sakit terkait jadwal dan prosedur pendaftaran. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh arahan profesional yang mendukung perubahan kebiasaan secara bertahap dan aman.
Perjalanan pribadi yang relatable
Kisah Loreta juga menampilkan sisi manusiawi: di masa muda ia bukanlah anak yang selalu mematuhi aturan makan. Ia mengakui bahwa ada hari-hari di mana konsumsi cokelat menjadi kebutuhan, namun pengalaman pribadi itulah yang justru mendorongnya untuk mempelajari lebih jauh tentang pola makan yang seimbang. Dari kebiasaan yang acak itu, ia berkembang menjadi profesional yang mendorong pendekatan moderasi dan pengelolaan kebiasaan sehari-hari.
Dengan menyajikan pendekatan yang praktis dan personal, Loreta berharap lebih banyak orang memahami bahwa gaya hidup sehat adalah rangkaian pilihan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari—bukan hukuman jangka pendek. Layanan konsultasi di Rumah Sakit Alūksne menjadi salah satu sarana bagi mereka yang ingin memulai atau memperbaiki kebiasaan tersebut.
