Sebagai bagian dari gerakan Har Ghar Tiranga menjelang HUT Kemerdekaan ke-79, puluhan perempuan di Udhampur terlibat dalam kegiatan menjahit bendera nasional dan aksesori bertema tricolor. Kegiatan itu berlangsung di State Bank of India Rural Self Employment Training Institute (SBI RSETI) setempat, yang sedang menyelenggarakan pelatihan menjahit gratis bagi kaum perempuan desa. Sekitar 30 hingga 33 wanita dari berbagai desa mengikuti pelatihan ini. Selain memproduksi bendera tangan, mereka juga membuat badge dan barang lain bertema merah-putih-saffron yang akan dibagikan serta dikibarkan di rumah masing-masing dan instansi pemerintah di wilayah mereka.
Pelatihan menjahit yang terfokus pada kemandirian
SBI RSETI Udhampur menempatkan pelatihan menjahit sebagai bagian dari program vokasional gratis untuk kaum pedesaan. Tujuan utama program adalah memberi peserta keterampilan yang bisa dijadikan modal untuk berwirausaha atau membuka usaha kecil-kecilan sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi. Amit Kumar, Direktur SBI RSETI Udhampur, menegaskan komitmen lembaganya terhadap pemberdayaan tersebut. “The primary objective of RSETI is to provide free skill training to rural candidates, equipping them with a trade so that they can eventually stand on their own feet and start their own livelihoods. Currently, we are running a tailoring batch for women, with approximately 32 or 33 women from various villages participating,” he told media. “With Independence Day approaching, and in line with the ‘Har Ghar Tiranga’ campaign, we are having the trainees stitch the National Flag. These flags will be hoisted at the homes of these women in their respective villages and at government institutions. It is a truly commendable initiative that instils both patriotism and confidence among the trainees,” he added. Pusat pelatihan menyediakan instruktur yang membimbing peserta mulai dari teknik dasar hingga penyelesaian produk akhir. Materi yang diajarkan tidak hanya teknik menjahit, tetapi juga aspek praktis yang mendukung kemampuan membuka usaha seperti kualitas produk dan kerapihan jahitan.
Peran perempuan desa dalam kampanye nasional
Keterlibatan peserta pelatihan ini memberi dimensi baru pada kampanye Har Ghar Tiranga, yang diluncurkan di bawah inisiatif Azadi Ka Amrit Mahotsav pada 2022. Program itu mendorong warga untuk mengibarkan bendera di rumah dan tempat kerja guna memperkuat ikatan emosional dengan Tricolor. Di Udhampur, pelibatan perempuan desa melalui produksi bendera tangan memperlihatkan bagaimana gerakan nasional dapat dipadukan dengan program pemberdayaan lokal. Salah satu trainee, Shahnaz, menyampaikan kebanggaannya terhadap hasil kerja kelompok. “We have crafted this tricolour with great care. Our instructor supported us throughout the process. To mark the occasion, we created flags, badges and rubber items. We are happy to contribute to the ‘Har Ghar Tiranga’ campaign and feel proud that our work will be displayed on Independence Day,” she said. Kegiatan ini bukan semata produksi simbol kebangsaan. Bagi banyak peserta, pembuatan bendera dan aksesori merupakan bagian dari proses pembelajaran yang practical: bagaimana mengubah keterampilan menjadi peluang ekonomi, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
Dampak dan kelanjutan
Proyek menjahit tricolor ini akan menghasilkan barang-barang yang dibagikan di desa-desa dan institusi pemerintahan setempat pada peringatan kemerdekaan. Selain momen patriotik, inisiatif tersebut diharapkan membuka jalan bagi peserta untuk menjual produk serupa di pasar lokal atau memulai usaha rumahan. Model SBI RSETI yang disponsori oleh State Bank of India dengan dukungan Kementerian Pembangunan Pedesaan menitikberatkan pada pelatihan kewirausahaan dan vokasional gratis bagi kaum muda dan perempuan desa. Dengan mengombinasikan pelatihan keterampilan dan partisipasi dalam kampanye nasional, program di Udhampur menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan ekonomi dapat berjalan bersamaan dengan peningkatan kesadaran kebangsaan. Para peserta kini tidak hanya bersiap menyambut perayaan kemerdekaan, melainkan juga merajut peluang baru untuk kemandirian ekonomi—satu bendera sekaligus.
